|
"Konsep Global
Marketing"
Oleh Bob Julius Onggo
Pemasaran yang sukses bergantung pada seberapa kuat hal itu bertumpu
pada hal-hal yang fundamental. Tetapi itu bukan berarti semua prinsip
marketing adalah sama. memang skenario pemasaran yang berbeda membutuh-
kan tak tik yang berbeda pula. Mengetahui perbedaan ini sama juga
mengetahui perbedaan antara sukses dan kegagalan.
Salah satu dari hal yang menonjol dari pemasaran adalah "global
marketing". Menjual produk ke luar negeri membutuhka perspektif yang
jauh berbeda daripada yang digunakan untuk bisnis yang dipasarkan untuk
pasar domestik.
Berikut ini adalah beberapa kunci penting dan trend yang harus diper-
timbangkan sewaktu melakukan "global marketing".
PERHATIKAN KONTEKSNYA!
Perbedaan utama antara pasar luar negeri dan domestik terletak pada
konteks bagaimana pemasaran dilakukan. Perbedaan dalam hal kultur, hukum,
komunikasi dan ekonomi semua ini menyebabkan tantangan dalam memformulasikan
strategi pemasaran.
KEBUDAYAAN
Pemasaran di dalam negeri umunya sudah mengenal kultur setempat. Ya, kita
sudah mengenal sesama bangsa kita Indonesia, Tetapi pasar luar negeri
sangat berbeda kebudayaannya dengan kita. Ini adalah tugas para pemasar
untuk mencari tahu perbedaannya dari pasar yang dituju termasuk perilaku
konsumennya.
Misalnya, di Amerika kita bisa membuat lelucon tentang mertua. Namun di Jepang
hal ini tidak diperkenan. Karena ibu mertua sangat dihormati sekali, dan respek
ditujukan kepada para lansia.
PERATURAN
Anda harus benar-benar memperhatikan peraturan setempat dalam hal ini. Mengapa?
COntohnya adalah di Beberapa negara misalnya membatasi jumlah iklan yang dilancar
kan dari suatu perusahaan dalam periode per jam. Maka hal ini dapat menghambat
strategi pemasaran Anda. Beberapa pasar luar negeri tidak mengizinkan kontest,
yang merupakan strategi sentral bagi perusahaan seperti www.iwon.com , misalnya.
Jadi penting sekali mempertimbangkan perbedaan peraturan walaupun kecil karena
ini dapat membantu atau merusak strategi Anda.
GAYA KOMUNIKASI
Komunikasi berbeda dari suatu negara ke negara lain. Di Italia, misalnya, orang
membicarakan masalah keluarga dahulu sebelum berbicara bisnis. kalau di Jepang
apalagi, tetapi kalau di Amerika, hal ini tidak menjadi masalah.
Jadi berhati-hatilah, karena kalau tidak komunikasi pemasaran Anda tidak akan
efektif, atau menyinggung calon kastemer.
EKONOMI
Pertumbuhan atau keadaan ekonomi membuat perilaku pasar pun berbeda, begitu juga
perilaku membeli sangat berbeda-beda dari suatu negara. Contohnya, bila produk Anda
no 1, di negara Anda belum tentu nomor satu di negara lain.
Hal ini terlihat seperti Komputer lebih banyak di Amerika daripada di Eropa, namun
handphone lebih banyak di Eropa daripada di Amerika.
Halnya pun sama seperti di Indonesia, mereka mengira dengan memberikan e-mail gratis
pasti akan disukai oleh banyak pengunjung, padahal hal itu tidak menjamin.
MENGAPA?
karena ISP di Indonesia tidak gratis, mereka yang punya sambungan ISP pun akan diberikan e-mail gratis kecuali yang pakai koneksi
telkom, namun hal ini booming di
eropa dan Amerika karena koneksi ke Internet gratis begitu juga pulsa lokal sangat
murah bahkan gratis untuk hanya beberapa km saja di AS.

Bob
Julius Onggo adalah Chief editor pada situs webnya, sekaligus sebagai
pembicara di berbagai seminar dan forum pemasaran dan bisnis online, dan
kolomnis tetap di majalah InfoNet sekarang InfoKomputer dan Bisnis Komputer
serta pemulis di Majalah Warta Ekonomi juga artikelnya dijumpai di Majalah
Profesi HRD serta di beberapa tabloid, surat kabar, dan majalah. Beliau juga
sering menjadi pembicara tamu dari beberapa perusahaan maupun beberapa
Universitas Terkemuka di Indonesia (www.bjoconsulting.com)
|