ebooks review ttg : Permission Marketing - Turning Strangers into Customers
 


PERMISSION MARKETING: 
Turning Strangers into Friends, and
Friends into Customers

review adapted by Bob Julius Onggo

Buku ini ditulis oleh Seth Godin, mantan CEO Yoyodine, Inc. yang kemudian dibeli oleh Yahoo!.com.

Anda mau . .  

melihat editorial review, atau

langsung membeli buku "permission marketing" ini? or mau ikut kursusnya

membaca Testimonials?

 

Editorial Review 

Buku ini memberikan pencerahan ttg advertising berdasarkan persetujuan. Ia mengatakan bahwa bertentangan dengan konsep "permission marketing", adalah "interruption advertising" yang terdapat di majalah, surat pos, radio dan acara TV komersial. 

Dan kenyataannya memang benar konsep interruption marketing/advertising kurang efektif apalagi kalau audiens memiliki banyak pilihan untuk melihat yg lain. Misalnya : Kalau Anda sedang nonton FILM di TV saluran RCTI kemudian terhenti karena ada penayangan iklan (walaupun si presenter mengkamuflase dengan istilah pariwara), maka dengan remote control di tangan Anda akan berpindah ke saluran TV yg lain, kemudian setelah satu menit Anda akan kembali lagi ke saluran TV RCTI.

Nah Anda lihat 'khan bahwa keefektifan iklan Anda di TV akan berkurang dibandingkan dengan sewaktu Anda menonton FILM atau acara tertentu, kemudian Anda melihat logo atau pesan-pesan promosi melintas di bagian bawah atau atasnya seperti yg terlihat di acara sepakbola dunia yg disiarkan belum lama ini, dan pesan-pesan promosi dari Extra Joss melintas layar TV Anda.

Kenyataan adalah bahwa ia mengatakan, setiap hari konsumen dibanjiri oleh pesan-pesan promosi di mana saja, dan kapan saja. Maka kalau Anda ingin mendapatkan perhatiannya secara penuh, paling tidak Anda harus mendapatkan persetujuannya, yaitu dengan menggunakan semacam umpan, misalnya sampel gratis, diskon khusus, kontes, atau survei opini.

Nah setelah mereka mau mendapatkannya atau mulai ikut berpartisipasi, maka tugas Anda untuk mulai membuat suatu hubungan jangka panjang dan mengarahkannya ke penjualan. "Hanya dengan berbicara ke mereka saja, maka konsep ini menjamin konsumen akan menaruh perhatian lebih banyak ke pesan-pesan promosi Anda.

Jadi maksud Seth adalah "ini akan merupakan suatu media pertukaran simbiosis."

Gaya dan konsep permission marketing sebenarnya juga telah dan terus diterapkan oleh Amazon.com, American Airlines, Bell Atlantic, dan lain-lain, dan juga termasuk saya. Sebenarnya juga tidak sedikit juga para pelaku bisnis internet di Indonesia menerapkan bisnis ini, hanya sayang ada yang menyadari bahwa ini SANGAT penting, namun ada juga yang asal-asalan.

Gaya Permission marketing sangat cocok bagi pelaku bisnis di Internet, mengingat bahwa media yang digunakan tidak memakan biaya, seperti amplop, cetakan, dan prangko. 

Jadi sebaliknya daripada mengiklankan lewat iklan banner, Anda lebih bagus mengenal dekat calon pelanggan dan mendapatkan persetujuannya untuk dapat melakukan follow-up dengan email. 

Standar Industri
Halnya pun kalau Anda pernah beli sesuautu di dunia maya, pasti Anda akan diminta alamat emailnya. Banyak darinya juga meminta Anda untuk mengklik kotak pilihan tertentu jika Anda berminat untuk mendengarkan news atau berita tertentu - itu adalah contoh pas tentang gaya permission marketing atau opt-in marketing.

Konsep ini juga diterapkan oleh sales counter dari restoran siap saji seperti McDonald. Karena Anda telah memesan Big Mac, maka logisnya, secara tidak langsung Anda pun menyatakan berminat dengan produk lain.

Itulah sebabnya, Godin menandaskan  bahwa dalam Internet Economy, permission marketing bisa jadi satu-satunya cara menyelamatkan kita agar pesan-pesan email Anda tidak terkubur dari hantaman spamming.

Jadi menurut Godin lagi, bahwa konsep permission marketing sangat baik bagi par apengiklan, mengingat dalam dunia yang semakin semrawut dan dengan begitu banyaknya pesan-pesan promosi, dengan strategi ini maka pesan-pesan Anda akan terkesan relevan, dan diharapkan dan juga diterima. Untuk alasan yang sama pula permission marketing sangat tepat bagi para konsumen.

Kenyataannya adalah konsep yg ditawarkan oleh Seth Godin, dalam dunia pemasaran di Internet dapat diterapkan, seperti yang dapat Anda simak di module course no. [503], lihat di sini!

Silahkan langsung membeli buku "permission marketing di sini" or mau ikut kursusnya [lihat module course no. 503]?


Testimonials

"Seth Godin is the ultimate entrepreneur for the Information Age." -- Business Week

"The principles of permission marketing are incredibly valuable to everyone involved in media today." 
--Robert Tercek, SVP Digital Media, Sony Pictures Entertainment

"Advertisers are going to have to learn how to deliver messages with frequency and low cost if they are to cope with the increasing competition for the consumer's attention. Seth Godin's Permission Marketing is a big idea."
--Lester Wunderman, Chairman-Emeritus of Wunderman Cato Johnson, the largest direct-marketing firm in the world, author of Being Direct.

"Godin and his colleagues are working to persuade some of the most powerful companies in the world to reinvent how they relate to their customers. His argument is as stark as it is radical: Advertising just doesn't work as well as it used to -- in part because there's so much of it, in part because people have learned to ignore it, in part because the rise of the Net means that companies can go beyond it."
--William C. Taylor, Founding Editor, Fast Company

"Finally, here's a measurable method for marketing in a world filled with clutter."

--Eric Hippeau, Chaiman, Ziff Davis Inc



 

 


 
"Cool article. Terima kasih banyak atas kirimannya. Dan saya juga sudah memberitahukan kepada beberapa teman-teman saya dan dosen saya akan situs ini. Thanks one more time. I'll be waiting for the next article."
-- Zacharia Lantang dari HelloKitty.com 

". . . Materi yg diajarkan mudah dipahami dan dicerna dan menimbulkan ide-ide baru."
-- Desi Yuliana (Deputy Manager) dari PT Strawin Industry

"Saya selalu menyempatkan diri untuk membaca artikel Anda, saya pikir ini harus saya ketahui sebagai seorang marketing. Harapan saya artikel ini tetap diterbitkan."
-- Edi dari 
   Mitracom.co.id

"setelah saya membaca 2 edisi yang diterima , maka komentar yang muncul bahwa edisi ini sangat berguna dan bermanfaat.
Dan dari edisi yang saya terima telah dikirim kebeberapa teman.
"
-- Gerry Rachman dari bancbali.co.id

"Kursus sesuai dengan yang saya harapkan".
-- Jojo Sutomo dari 
   PT Interbat

"Terimakasih Pak Julius Onggo, Saya senang mengikuti kiprah angkatan muda kita yang cerdas dan kreatif
seperti Anda.... untuk mem-back-up masyarakat kita dengan ide dan ilmu- ilmu segar lainnya... Saya sokong acara- acara Anda dan beritahu beberapa teman.
"
-- Yohanes W Sadguna dari Sidanaonline.com

"Saya merasa puas dengan materi seminar yg dibicarakan untuk melengkapi pekerjaan saya."
-- Neviwarti dari 
Lembaga PPM
(LPPM)

dll . . . lihat di sini!