"KEINGINAN versus
KEBUTUHAN. Mana yg Lebih Penting"
Oleh Bob Julius Onggo
Tantangan bagi pemilik situs web adalah
mendapat banyak kunjungan. Namun kenyataannya malah sebaliknya. Karena itu Anda
ditantang untuk menciptakan suatu presentasi penjualan yang mendorong para
pengunjung untuk membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan pada situs web
mereka. Kunci untuk itu adalah bukan menciptakan "kebutuhan" untuk
produk Anda, namun sebaliknya adalah "keinginan" untuk produk Anda.
99.9% dari barang yang kita beli umumnya bukan yang kita butuhkan, melainkan
yang kita inginkan, bukan!
Kebanyakan orang membeli didasarkan atas 90% emosi
dan 10% logika. Maka kalau Anda dorong emosi mereka dahulu dan kemudian suguhkan
perincian logika yang benar maka Anda menghilangkan penghalang keputusan mereka
untuk membeli. Metodenya sederhana, namun terbukti sangat hebat dalam memberikan
kontribusi penjualan dan jembatan untuk menutup suatu transaksi bisnis.
Sekarang bagaimana caranya agar penyajian informasi produk Anda menggugah "keinginan"?
Survei dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa dari reaksi emosi yang paling
umum adalah: tamak, takut, tersanjung, perasaan bersalah, perasaan eksklusif,
marah.
Nah coba mari kita perhatikan ilustrasi berikut ini, misalnya Anda memiliki
program penurun berat badan dan Anda akan mempromosikannya secara online dan
membidik wanita berusia 25-45 tahun, maka emosi yang harus anda gugah adalah
rasa takut, tersanjung, rasa bersalah, dan marah.
Takut : mereka takut tidak kelihatan cantik, karena itu mereka berani membayar
produk atau program apa saja asalkan tubuh mereka bagus.
Tersanjung : Karena umumnya wanita ingin kelihatan langsing dan cantik, dan
mereka tahu cantik itu identik dengan langsing dan ramping, maka dalam hal ini
Anda dapat memberikan pujian-pujian mengenai tubuh yang bagus yang akan
dimilikinya setelah menggunakan produk tsb.
Perasaan bersalah : Sifat ini lebih didominan oleh kaum wanita, sehingga kalau
kita menonjolkan bahwa dengan tubuh yang sehat dan berbadan seimbang, maka hal
ini akan membuat mereka lebih berarti bagi keluarga mereka, terutama suami,
teman-teman, dan anak-anak. Karena itu mereka berani membelanjakan uang mereka
pada hal ini.
Jelas bukan? Ini hanyalah salah satu tips saja yang Anda hendaknya diingat
sewaktu menulis kata-kata pemasaran yang menggigit. Reaksi emosi di atas
sifatnya adalah universal dan dapat diterapkan pada produk atau jasa apa pun.
Jadi pikirkan dulu sejenak bagaimana reaksi emosi tsb dapat digunakan untuk
bisnis Anda. Sekali Anda menerapkan hal di atas, sukses akan berjalan di
belakang Anda, dan penjualan Anda pun akan bertambah.

Bob
Julius Onggo adalah Chief editor pada situs webnya, sekaligus sebagai
pembicara di berbagai seminar dan forum pemasaran dan bisnis online, dan
kolomnis tetap di majalah InfoNet sekarang InfoKomputer dan Bisnis Komputer
serta pemulis di Majalah Warta Ekonomi juga artikelnya dijumpai di Majalah
Profesi HRD serta di beberapa tabloid, surat kabar, dan majalah. Beliau juga
sering menjadi pembicara tamu dari beberapa perusahaan maupun beberapa
Universitas Terkemuka di Indonesia (www.bjoconsulting.com)
|